Selingkuh, antara Libido atau Cinta

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   00.22

Malem jumat begini mendadak saya teringat kata-kata sohib saya, seorang wartawati senior yg dulu pegang banyak majalah fashion dan gaya hidup.

Doi pernah wanti-wanti, "Mas Srondol, hati-hati ketika masuk usia 30-40 an. Harus bisa bedakan mana itu libido dan mana itu perasaan".

Pesan yang ternyata sangat berarti bagi saya pribadi dalam mengarungi dunia pergaulan di Jakarta ini.
Ya, banyak kejadian disekitar saya yang menjadi bukti gagalnya mereka (boro-boro menangangi) membedakan dua hal ini. Tidak perduli pria atau wanita, miskin kaya, berpendidikan tinggi atau sekedar wajib belajar, introvert atau aktif di komunitas.

Saking parahnya, banyak kawan meninggalkan anak istri atau istri kabur meninggalkan rumahnya. Libido sesaat yang menghancurkan seluruh kehidupannya.



Nah, ada tips menarik dari sohib untuk menghadapi situasi seperti ini. Ya, memang sulit menjadi "holyman" di gemerlap ibukota. Doi bilang, "Mas Srondol, ingat! Boleh nakal tapi jangan bejad".
Tampak sepele memang, antara "nakal" atau "bejad".

Tapi percayalah, akan sangat sulit membedakan jika kita sendiri masuk dalam lingkaran dan waktu ini. Istilahnya, buat cowok masuk area "Cakung" atau cuaca mendukung dan cewek terjebak ke-nyaman-an rayuan.

Cuman yang jelas, keduanya merugikan walau berbeda level. Untuk cowok, nakal mungkin sekedar menghasilkan masalah dijewer istri, kalau bejad-- maaf. Akan menghasilkan ke-sial-an. Apalagi bejad yang sampai mendepak anak istri yang tak bersalah. Atau bahkan ditambah dengan menyalahkan pasangan dengan alasan dicari-cari.

Dan kesialan model begitu, biasanya akan menular. Menular ke tetangga, teman sekitar atau bahkan kelompok kita berinteraksi.

Kalau saya, jika ketemu orang seperti ini dalam ring pergaulan. Mending saya menjauh. Bila perlu tinggalkan. Ngeri.

Selamat malam jumat.
Hazmi Srondol

Posting Komentar