Lembar GDP dalam Slide Presentasi Jenderal Gatot Nurmantyo

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   15.09



Semalam beredar di WAG presentasi pak Gatot. Jujur saya senang sekali model beginian. Warga negara Indonesia memang harus mulai mengubah kebiasaannya memandang suatu permasalahan. Harus mulai dengan berbasis data, bukan pencitraan lagi. 

Dan dari presentasi pak Gatot, banyak hal hal yang berbau 'strategy' beliau yang bisa kita prediksi. Karena memang presentasi tersebut lebih kepada pemetaan masalah.

Nah, dengan adanya presentasi ini, ruang diskusi sehat mulai terbuka untuk kita semua.

Nah, untuk kali ini--ada beberapa data dalam lembar slide tersebut yang menarik perhatian saya. Khususnya pada lembar GDP yang berbasis PPP (Purchasing Power Parity) atau keseimbangan daya beli. Dalam presentasi ini, dikatakan nilainya positif.

Nah, saya agak berbeda pandangan disini. Soalnya pada realita di lapangannya--harga-harga semakin naik dan kehidupan semakin susah.

Sepertinya, data tersebut mengambil sumber yang memakai perhitungan kapitalis. Dimana sifat kapitalisme itu float atau mengalir, sehingga dana yang masuk (walau dengan HUTANG) dianggap sebagai penunjang kenaikan ekonomi.

Karena ada asumsi, dana masuk dari luar itu berarti ada tenaga kerja baru dari perputaran uang tersebut. nah, dalam kenyataannya lagi, khususnya di Indonesia--duit hutang tersebut malah dipkai untuk membayar hutang yang sebelum-sebelumnya.

Jadi saya kok merasa (merasa loh ya), khusus pada point tersebut--datanya lebih untuk menjaga nama pemerintah agar seakan-akan kerjanya bagus.

Ini semua akibat rumus kapitalis yang dipakai untuk menghitung index ekonomi

Coba kalau element duit masuk dari luar negeri ke dalam negeri diklarifikasi dahulu penggunaaannya, maka nilai index ekonominya menjadi negatif.

Karena uang hutang untuk membayar hutang. Seperti menggali lubang untuk menutup sumur.

Tetapi, tetap secara umum, saya berikan dua jempol kepada pak Gatot. Khususnya pada point-point yang membahas geopolitik luar negeri yang memang membuat kita harus lebih hati-hati terhadap ancaman global.

Sementara itu dulu, nanti diskusi lagi yak...

Salam Indonesia Raya,
Hazmi Srondol

Posting Komentar