Doctor Strange Movie, Antara Versi Bioskop dan IFLIX

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   20.28


Suatu hari, saat sedang mengetik di depan laptop--anakku duduk disampingku sambil memperhatikan apa yang sedang kutulis. 

Sebenarnya kurang nyaman dengan situasi seperti ini. Apa yang kuketik semua dibacanya. Wajahnya tampak serius. Saya curiga, biasanya dengan posisi alisnya yang berkerut seperti itu, ada pertanda yang kurang enak.

Benar, usai selesai menulis. Ia pun bertanya, "Itu cerita bapak yang di warung tadi, kan?"

"Iya, mas? Emang kenapa?" jawabku penasaran.

"Bapak mestinya menuliskan nama sumber cerita di bagian credit title" katanya dengan wajah serius.

Antara ingin tertawa dan bingung bagaimana menjelaskannnya, aku pun akhirnya lebih memilih diam saja. 

Ya, memang cerita yang kutulis itu kudapatkan dari obrolan di sebuah warung kopi. Kebetulan memang anakku saat itu kuajak serta. Ada hal-hal inspiratif dan menarik yang menurutku ingin kubagi dengan menuliskan ulang kisah kawan tersebut. tentu saja nama dan lokasi kejadian aku gubah tanpa merubah esensi cerita.

Hanya saja, semenjak  kejadian hebohnya tulisanku dipakai kampanye sebuah perusahaan mie instan dahulu serta saat sering munggah video di youtube yang terdapat beberapa kali peringatan atas materi yang dianggap mengambil dari konten lain--anakku sangat concern dengan hal ini.

Bagus sih. cuman... hahaha. Ini beda hal, nak. tapi okelah. Kali ini saya menuruti saja apa pendapatnya yang penuh kehati-hatian ini.

Kejadian ini juga sama persis dengan apa yang terjadi dengan istriku. Ibunya anak-anak ini penggila nonton film paling akut yang pernah kutemui. Hampir-hampir, setiap ada film baru, selalu ingin yang paling duluan menonton. Serba heboh kalau sudah muncul rilis filmnya. Satu rumah diajaknya menonton. Kebayang sudah uang yang dikeluarkan untuk biaya tiket dan sosis kentangnya di gedung bioskop.

Kadangkala, ada banyak film lama yang ingin dilihatnya kembali. sering kuperiksa di history laptop adanya situs-situs nonton film gratis yang sudah dibukanya. Hal ini pun kembali menjadi sorotan anak saat ibunya menonton.

"Ibuk tahu nggak, situs film itu banyak virusnya. Nanti bapak marah loh" katanya serius.
"Laptop bapak pakai mac, mas. Nggak ada virusnya" jawab ibunya 
"Tapi ibu melakukan kejahatan. Menonton film bajakan. Kan di bioskop ada tulisan larangannya"
"E, beda. Ini nonton livestreaming. Nggak beli VCD bajakan" 
"Tetep saja ibuk nggak bayar kan nontonnya?" katanya tajam.


Aku pun terkikik melihat perdebatan ini dari jauh. Memang agak beribet punya anak yang kritisnya alaihom gambreng ini. Kalau tidak jembar (luas) sabarnya, saya yakin akan gampang sewot dengan kritikannya.

Nah, untungnya--sekitar sebulan yang lalu saya mendapatkan info perihal masuknya aplikasi IFLIX di Indonesia. Aplikasi ini memudahkan kita menonton film via ponsel. Menariknya lagi, operator seluler yang kupakai (IM3Ooredoo) menggratiskan penggunanya untuk menggunakan aplikasi ini. Hanya sekali klik, saya bisa langsung  STREAM ON tanpa kuota dan biaya berlangganan. Beres.

Wah, tentu ini bagai mendapat durian runtuh. 

Setelah saya cek, banyak film-film yang tersedia disana. Iya, sih. Kebanyakan film yang lama. Tapi tidak masalah. Malah satu sisi saya senang sekali. Beberapa film yang terlewat kutonton setahun atau dua tahun lalu kini bisa kutonton kembali. 

Banyak ilmu yang bisa kuserap dari film-film tersebut. Baik ide cerita, plotting, sudut gambar sinematography hingga belajar dialek bahasa Inggris. Jika ada bahasa slank Inggris yang kurang kupahami, dengan mudah ku pause dan kumundurkan kebelakang.


Hebatnya, livestreamingnya sangat halus dan jelas. Kualitas HD. Jarang kehambat oleh bufferring yang lama seperti halnya situs bioskop gratisan di internet. Mantab kali ini. Hahaha...

Bahkan saat beberapa waktu yang lalu, kami sekeluarga menonton film Doctor Strange di Cinema XXI. Saat pulang, iseng-iseng kucari filmnya di IFLIX. Omaigot, ternyata ada filmnya. 

Hanya saja ada bedanya. Yang di IFLIX adalah versi animasi dari Marvel. Produksi tahn 2007. Walah, jadi semakin penasaran. Usai membayar parkir mall, aku pun memencet tombol "play". 
Daaaan......

"Bapak kok ponton film sambil nyetir, pak. Berbahaya!" jawabnya ketus.
"Lha bapak penasaran. Pengen bandingkan versi asli ama animasinya, mas. Trus gimana dong?"
"Ya sudah sini, aku yang nonton. Bapak dengerin aja suaranya. Nanti aku ceritain filmnya."

JIAAAAAH......!


[ HAZMI SRONDOL ]







Posting Komentar