Sugiono, Saat Pemuda Gerindra Tampil di Depan

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   23.35

“Sebenarnya, karakter seseorang itu terbentuk hanya sampai usia 35 an, mas. Setelah umur itu, semua keputusan dan tindakan kita mengacu pada karakter kita saat itu. Ya, kalau saya kurang lebih saat masih berpangkat kaptenlah” kata Prabowo sambil tersenyum dan menyandarkan punggungnya ke kursi.
***
Sudah hampir tiga tahun yang lalu saya mendengar langsung kata-kata ini terucap di kediaman beliau di Bukit Hambalang. Saya masih ingat betul bagaimana tatap mata beliau ketika menerawang jauh ke masa mudanya. 
Kadang seulas senyum tipis tersungging, kadang senyum pahit juga tak bisa tertutupi masih bisa saya lihat. Manis getir hidupnya seakan tergambar disana. 
Saya yang saat itu menjelang usia 34 tahun, mendadak segera mengaca diri. Mencatat ulang bagaimana sisi plus minus diri sendiri. Bagiamana reaksi bawah sadar jika hal-hal tersebut muncul. 
Jika sisi positif sih, aku biarin aja. namun yang negatif ini nih. Kalau mendadak keceplosan, setidaknya mesti belajar menggigit lidah biar mulut tidak kebablasan... bahaya! Cermin jiwa soalnya.
Nah, soal usia dan hubungannya dengan karakter inilah yang memang bertahun-tahun saya amati. Ada janji besar dari Prabowo untuk melibatkan dan mempercayakan partai yang dibangunnya dari NOL ini kepada para pemuda.
Harus diakui, jika istilah "ring satu" menjadi patokan--maka memang ring tersebut berisi para pemuda. Tidak tanggung-tanggung. Dari sekpri, pengurus DPP, para tenaga ahli DPR dan posisi-posisi vital kepartaian banyak di-"kuasai" para pemuda berusia 21 sd 29 tahunan. 
Sebuah kebanggan serta kehormatan jika para pemuda yang notabene terkenal dengan modal "dengkul" alias kenakadan dan modal segenggam idialisme serta intelektual. 
Saya sediri kadang merasa "ketuaan" jika sedang diskusi dengan mereka ini. Padahal, jika dibandingkan organisasi yang lain, usia 36 tahun seperti saya ini seharusnya masih bolehlah dibilang kinyis-kinyis. Tapi di Padepokan Bukit Hambalang dan Gerindra, ternyata tidak. 
Namun, sedemikian kuatnya para pemuda disekeliling Prabowo ini, tetap ada satu pertanyaan besar. Kapan para Pemuda ini diberi ruang dan panggung untuk tampil ke ranah yang lebih tinggi. 
Padahal saya benar-benar menunggu momentum besar ini. Harap maklum, Prabowo sering bercerita soal sosok-sosok besar dalam sejarah pendirian bangsa. Dari Pak Dirman, menjadi Jendral dalam usia 34 tahun. Bung Tomo memimpin perang di Surabaya usia 25 tahunan, bahkan Letnan Subianto, pamannya sendiri yang gugur di pertempuran lengkong menjadi letnan usia 17 tahun. 
"Saat ini, nasib bangsa Indonesia hanya tergantung pada para pemudanya. Kalau mau menjadi bangsa KACUNG, silahkan! Kalau mau menjadi bangsa besar, ya semua tergantung bagaimana kalian, para pemuda!" 
Jadi wajar kan kita menunggu kepercayaan ini diserahkan kepada kami, para pemuda? 



Alhamdulillah, tepat pada hari Sabtu, 23 April 2016. Bertempat di Gedung DPR pada ajang ICAPP (International Conference Of Asian Political Parties), akhirnya Prabowo membuktikan ucapannya.
Sugiono, salah seorang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra berusia muda, 36 tahun, diberi kepercayaan untuk tampil mewakili Partai Gerindra di ajang bergengsi tersebut. 
Senyum cerah terkembang. Terbayang barisan muda lain akan segera bergantian bermunculan disegala aspek kegiatan. Masih ada wasekjen yang berusia 26 tahun, masih banyak kepala bidang, kepala departemen dan posisi vital lainnya di DPP Gerindra yang berusia dibawah 30 tahun siap tampil ke panggung perjuangan.
Saya merasa, awan gelap dan kabut pekat yang menyelimuti Indonesia akan seperti sedang tersapu. Matahari akan segera cerah menyinari. Ini karena, para pemuda Gerindra sudah mulai keluar dari kawah candradimukanya. 
Tetap semangat, Indonesia!

Posting Komentar