Prabowo, Kuda & Kehebohan para Srikandi

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   06.07
Hati saya sungguh campur aduk saat melihat barisan Laskar Srikandi Gerindra lewat di depan panggung utama pelaksanaan upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke 70 di Lapangan Polo Club, Bogor. Antara rasa kagum, salut hingga geli pun hadir silih berganti.

Bagaimana tidak, jika kita hanya melihat saat parade--para laskar yang terdiri dari dua grup ini tampak gagah, kompak dan disiplin. Tak kalahlah dengan para polwan atau tentara perempuan.

Namun, jika sedikit melongok saat latihannya. Haduuuh. Hebohnya seringkali membuat saya cekikikan.

Ya, saya tahu--Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra sering mengulang-ulang statement jika salah satu ciri kader Gerindra adalah sosoknya selalu ceria dan wajahnya jauh dari muka 'mbesengut' (cemberut). Apalagi saat meghadapi dan melayani masyarakat. Setidaknya bisalah joget dangdut atau poco-poco kalau tidak bisa menyanyi saat acara-acara tertentu.

Bagi yang bisa menyanyi, sampai-sampai diwajibkan bisa menyanyikan lagu "Sewu Kutho" nya Didi Kempot. Walau bukan orang Jawa, juga disarankan bisa menyanyikan lagu ini. Pemilihan lagu ini juga bukan sembarangan, lagu ini ternyata adalah lagu yang selalu dinyanyikan mendiang Profesor Suhardi--Ketua Umum pertama Gerindra sekaligus sahabat terdekat beliau semasa beliau masih hidup.

Nah, kalau untuk para Srikandi--sepertinya tidak perlu diperintah atau anjuran ceria pun sudah otomatis begitu. Sudah bawaan orok sepertinya. Bayangkan saja, disaat gladi resik upacara, disaat laskar SAR, laskar beladiri atau laskar lainya termasuk 2400 anggota dewan yang pria semakin serius saat Prabowo lewat dengan mengendarai kudanya, e, para Srikandi malah teriak-teriak memanggil "bapak, bapak, bapaaaaaak!"

Tak perduli sedang berbaris, duduk-duduk atau berfoto selfie, teriakan panggilan ini selalu terdengar, bahkan saat beliau menjauh. Panggilan yang akhirnya sempat memaksa beliau berbalik arah lalu mengeluarkan 'ancaman' kepada Srikandi ini berupa: "Untuk Srikandi, saya akan melakukan inspeksi khusus...!"

Lha ini, bukannya takut atau segera memasang posisi siap sedia, malah teriak: "Horeeeeeee....!" Haduh, pokoknya gubraklah....

Reaksi spontan ini mendadak mengingatkan saya akan kejadian belasan tahun lalu. Saat itu saya masih bujangan dan berdiskusi dengan salah satu sahabat saya perihal bagaimana menghadapi perempuan. Hal yang sepertinya menjadi pembahasan lumrah kaum jomblo. Beragam buku komunikasi dan strategy berhubungan dengan lawan jenis ini pun kami urai satu persatu saat itu.

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=fOrnritc3YQ[/embed]

Hasilnya, kami berkesimpulan bahwa, "para perempuan itu selalu membayangkan dirinya seorang putri yang akan dijemput pangeran berkudanya". Saat itu, kami hanya menganggap bahwa kesimpulan itu hanyalah sekedar kiasan tentang 'how to treat a women' saja. Cara memperlakukan mereka.

Walau di social media, banyak beredar gambar meme yang melecehkan Prabowo dengan hobi berkudanya, dengan berbagai macam foto editan kuda yang diganti sapi, angsa dan lain sebagainya. kalau editan dengan gambar kodok sih sepertinya belum ada. Entah kenapa ada pengecualian seperti itu.

Walaupun bagi wanita, dalam kenyataannya mempunyai pandangan berbeda. Terbukti bahwa kaum hawa ini malah mendadak heboh melihat para "pangeran berkuda" datang dan mendekat. Sepertinya  saat Prabowo datang dengan kuda gagahnya, mungkinmereka sedang merasa dijemput pangeran impiannya. Mungkin lho ya. Hehehe...

Nah, ada cerita lain saat Laskar Srikandi ini latihan baris-berbaris. Hanya laskar inilah yang bisa membuat para pelatihnya berjibaku jungkir balik mengejar "topi saya bundar" mereka yang berjatuhan terkena angin keras saat berbaris. Sempat underestimated akan kesuksesan pelatihan baris berbaris ini. Namun syukurlah, sampai saat upacara berlangsung, rasa khawatir ini tidak terjadi.

Jepretan Layar 2015-08-21 pada 06.04.22

Oh ya, sekedar tambahan info, memang khusus laskar Srikandi ini disediakan topi lebar khusus selain topi pet siswa kader yang standar dipakai latihan. Topi ini bertujuan untuk menambah perlindungan wajah/kulit para Srikandi dari terpaan langsung matahari.

Hal yang sangat wajar, mengingat memang para Srikandi ini wajahnya manis dan cantik-cantik. Kulitnya halus mulus seperti kulit bayi. Kalau sampai kalian melihat yang tidak manis dan cantik, tandanya kalian sedang apes.

[Hazmi Srondol]

Posting Komentar