Apakah Toyota New Avanza Dibuat untuk Keluarga dan Veloz untuk Kencan dengan SPG-nya?

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   04.35
“Pokoknya, keluar pintu tol Serpong nanti banyak umbul-umbul pengarah, mas” kata sohib yang sudah lebih dahulu sampai di lokasi pameran mobil ini.

Ya, ini kali pertama saya datang ntuk melihat secara langsung acara pameran automotive di ICE (Indonesia Convention Exibition) di kawasan BSD City, Serpong Tangerang. Gelaran yang diberi tajuk GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2015 yang berlangsung dari tanggal 22 s/d 30 Agustus 2015 ini memang mengundang daya tarik dan rasa penasaran tersendiri.

Saya yang sebelumnya belum pernah hadir di lokasi ini, tentu akan membandingkan dengan tempat pameran yang pernah di hadiri. Biasanya, saya selalu hadir di pameran serupa sekitar Senayan dan Kemayoran. Bayangan adanya tukang parkir ganda ala Senayan dan Kemayoran selalu menghantui.

Betapa tidak nyamannya, sudah mendapat karcis resmi tetapi sekalu ada tambahan charge biaya parkir. Kadangkala memang tak sebarapa permintaan oknum ini, sekitar 5000 rupiah saja, namun tak kurang juga pernah terkena 50.000 untuk lokasi parkir yang strategis dan dekat dengan pintu masuk.

Kali ini, usai mengikuti petunjuk spanduk dan umbul-umbul acara GIIAS, sampaikalah saya pada satu gerbang besar yang menunjukan lokasi ICE BSD sudah sangat dekat. Sempat saya melihat dan masuk lokasi parkir “tambahan” resmi. Ketika bertanya kepada petugas parkir berseragan: “lokasi pamerannya dimana, mbak?”

Petugas tersebut mengatakan, “agak masuk kedalam lagi, pak. Nanti bapak bisa naik shuttle bus gratis dari sini”.

“Loh, lokasinya bukan disini? Emang tidak ada lokasi parkir yang menyatu dengan hall? Saya banyak membawa alat nih” kataku bertanya sambil menunjukan kamera video dan lainnya, mulai muncul rasa curiga adanya tukang parkir ganda disini.

“Oh, ada, pak. Cuman disana biasanya jam segini sudah padat parkirannya. Bapak boleh kok kalau tidak jadi parkir disini, nanti tinggal memutar arah saja.” Jawabanya sambil tersenyum.

Oh, lega rasanya. Karcis parkir di lokasi tambahan itu tidak jadi saya ambil dan memilih parkir di dekat hall saja. Maklum masih trauma.

Dan benarlah kata mbak parkir tadi, dari lokasi parkir tambahan ke gedung hall ICE sangat padat kendaraan yang mengantri masuk. Macet luar biasa. Hampir lebih dari 30 menit waktu yang ditempuh dari menuju hall yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja. Terasa benar peluh ini menetes karena kebetulan AC kendaraan MPV yang merupakan kakak dari mobil yang hendak saya lihat ini sedang mati. Hadoh!

Sesampainya di hall, mata saya agak terbelalak. Benarlah kata rekan blogger yang sudah di lokasi acara. Gedungnya sangat besar dan luas. Bakan boleh dibilang, terbesar di Asia Tenggara. Bayangkan saja, dengan luas area 220.000m2 dari hall 1 sampai dengan 10, semuanya menyatu yang jarak antara hall ini mencapai 1-2 km.

Sebuah kebanggan bagi Indonesia dimata dunia sekaligus “siksaan” bagi mbak-mbak SPG yang bakal sengsara berjalan dari hall ke hall nya dengan sepatu hak tingginya. Hehehe…

Usai parkir di area Hall 10, saya pun segera mencari pintu masuk. Senang rasanya bertemu beberapa rekan blogger. Paling menyenangkan saat bertemu om Widianto Didiet, seorang fotographer kawakan sekaligus rekan blogger yang juga sangat aktif di forum-forum fotograpi. Rencananya, saya akan kerjain om Didiet ini sebagai reporter.

Namun ternyata, malah saya yang terbalik dikerjainnya. Mosok di footage shoot pertama, statement pertamanya perihal betapa bahagia ia disana karena bakal bisa melihat deretan SPG cantik yang bakal jadi sasaran model fotonya. Hadeh. Ngak ngek ngok, deh.

Tak apalah, toh memang kerjaan om Didiet ini berurusan melulu dengan para perempuan cantik. Toh ada bagusnya juga, bersamannya pasti bakal mudah mendapat PIN BB atau nomer hape dari para SPG yang saya yakin—banyak yang kenal dengan om Didiet ini. Dan benarlah dugaan saya, hampir sepertiga dari SPG yang bertugas disini kenal dan menyapa om Didiet ini. Ternyata modal kamera DSLR, sakti juga buat terkenal dimata bunga-bunga bisnis ini. Hahaha…

Nah, akhirnya sampailah saya pada stand Toyota yang memang saya incar semenjak dari rumah. Harap maklum, terakhir kali saya membeli mobil itu tahun 2007. Saat itu, saya yang biasa memakai kendaraan cowok jenis jip mau tidak mau harus beralih ke kendaraan keluarga. Pilihan MPV dengan kapasitas mesin terkecil 1000 cc menjadi pilihan saat itu. Alasan istri saat itu adalah irit dan murah. Bahkan bisa kontan membelinya.

Hanya saja, dalam perjalanan waktu. Dengan anak-anak yang semakin membesar dan kendaraan yang semakin menua, tentu kami sekeluarga mesti memikirkan kendaraan penganti yang sesuai dengan kebutuhan. Dari awal setting berfikir, tentu titik tengah yang kami ambil. Tidak terlalu murah dan yang pasti tidak kelas termahal pada jenis kendaraan yang serupa.

Jepretan Layar 2015-08-26 pada 21.25.14

Namun, setting berfikir awa ini mendadak kacau balau di lokasi stand Toyota. Dua pilihan hadir di depan mata dengan masing-masing kelebihannya. Toyota Grand New Avanza atau Avanza Veloz. Sama-sama memakai brand “Avanza” namun memiliki pesona yang berbeda-beda.

Sedikit saya telusuri baik data maupun dari hasil pandangan mata, ada beberapa perbedaan yang bisa kita dapatkan, yaitu:

  1. MESIN & TRANSMISI


Grand New Avanza menawarkan dua jenis kapasistas mesin, yaitu K3-VE 1.3 (1300cc) dan 3SZ-VE 1.5 (1500cc). Sedangkan Veloz, hanya mengeluarkan satu jenis mesin yaitu 3SZ-VE - 1500cc. Dimana mesin 1500cc ini satu keluarga dengan yang dipakai oleh Toyota Rush pada kelas SUV nya.

Pada mesin 1.3 New Avanza, terdapat opsi transmisi manual dan matic. Hanya saja, pada sesama jenis mesin 1.5 New Avanza hanya terdapat versi transmisi manual, sedangkan Veloz terdapat dua pilihan yaitu manual atau matic.

Menariknya, kedua sama-sama sudah menaikkan posisi engine hood-nya, sehingga dengan design penempatan mesin terbaru ini membuatnya lebih anti banjir, setidaknya sampai ketinggian air diatas griil-nya. Cocok untuk kota Jakarta dan Semarang yang selalu menjadi langganan banjir dadakan ini.

Pada sisi ini, saya fikir pilihan istri di rumah adalah Grand New Avanza 1300 cc. Mengingat cara berfikir irit dan anti ngebut-ngebutan yang menjadi pokok pikirannya. Apalagi kebutuhan utama mobil adalah untuk mengantar anak-anak ke sekolah atau ke pasar untuk kulakan dagangannya.

  1. EXTERIOR


Berbeda pada generasi awal Avanza yang dominan lekukan membulat klasik, New Avanza dan Veloz sudah memakai lekukan tajam dan modern. Khusus griil depan, New Avanza tampak lebih berwibawa, sedangkan Veloz tanpak sporty, gahar dan dalam kondisi diam atau parkir pun sudah terlihat seperti sedang ngebut saja.

Untuk lampu sein, New Avanza sein tambahan di spion berada diluar spionnya. Sedangkan Veloz yang beraura sport ini menanam sein tambahan didalam spionnya. Spertinya efek cd (coofisein drag) atau efek membelah angin menjadi alasan teknis engineeringnya.

Velg yang dipakai keduanya juga berbeda, New Avanza memakai model kipas sedangkan Veloz lebih ke model asimetris yang lebih eye catching.

Sedangkan sisi lampu bekalang, walau ada kesan mirip, Veloz lebih tampak (lagi-lagi) sisi sportinya dengan tambahan akses aksesoris mika lampu yang mengentalkan aroma anak mudanya.

Disini ini, saya jamin istri dirumah lebih memilih New Avanza daripada Veloz.

Jepretan Layar 2015-08-26 pada 21.25.52

  1. INTERIOR & KESELAMATAN


Perbedaan nyata New Avanda dan Veloz ada di sisi ini. New Avanza memberikan banyak pilihan warna interior dengan pilihan utama warna coklat krem. Sedangkan Veloz lebih sedikit pilihan warna, dimana lebih dominan pada warna hitam dengan sentuhan akses warna chrome/silver di dashboardnya.

Nah, bagi kami yang selama ini sudah memakai warna coklat krem, tentu akan beralih memilih yang warna hitam, mengingat anak-anak sering kali menumpahkan aneka makanan dan minuman yang mau tidak mau, pada warna krem akan lebih terlihat kotor daripada warna hitam.

Untuk keselamatan, kedua tipe ini sama-sama terdapat 7 titik sabuk keselamatan. Juga terdapat pelindung benturan samping tambahan (side impact beam). Sedangkan Veloz menambahkan fasilitas Airbag pada sisi pengemudi dan penumpang depan. Kemajuan yang sangat pesat untuk sisi safety kendaraan yang berbasis keluarga ini.

Oh ya, pada kursi belakang juga bisa dilipat dua kali (one touch tumble) yang akan memberikan ruang yang lebih lega di belakang. Cocok saat kemping atau memancing di dalam mobil. Tapi ya harus dipastikan mobilnya jangan tertalu deket sungai. Eman-eman juga kalau kejebur.

Namun, dari semua tawaran soal interior ini--tetap saja saya fikir interior ala Veloz sepertinya yang akan lebih dipilih oleh istriku di rumah. Kecuali ada versi warna serupa (hitam) pada seri Grand New Avanza-nya. Sementara kedudukan 2-1 untuk New Anvanza versi istri.

  1. HIBURAN


Nah, Fitur entertainment kedua jenis mobil juga berbeda, New Avanza mengandalkan sistem audio 2 DIN dengan 4 speaker tanpa tombol setting di setir.

Sedangkan Avanza Veloz dilengkapi sistem 2 DIN dengan 6 speaker yang bisa diatur dengan tombol di setir (steering switch).

Lalu bagaimana dengan pilihan istri dirumah? Sepertinya ia tidak akan paham soal beginian. Hahaha. Ia lebih suka mendengarkan radio dengan suara menengah cenderung pelan. Apalagi dengan kondisi kabin keduanya yang sama-sama kedap dan suspensi yang lebih nyaman, sepertinya ia lebih memilih tidur saja. Sekalian istirahat dijalan.

Jadi untuk sisi hiburan ini, saya anggap nilainya seri atau remis. Hahaha…

Nah, dari beberapa hasil penilaian saya dan istri, tampak jelas seri Grand New Avanza adalah pilihan tepat bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan fungsional namun tetap bertenaga dan berkelas.

Lalu bagaimana dengan Veloz?

Veloz tentu lebih cocok bagi mereka yang berselera muda dan memilih gaya sporty dalam pergaulannya sehari-hari. Buktinya, saat iseng lagi mengajak mbak SPG wawancara, Om Didiet tampak mengejar pendapat mbak SPG perihal kendaraan New Avanza ini. Baginya, New Avanza itu keren dan fungsional.

Namun ketika ditanya, mau gak dijemput dengan New Avanza (untuk berkencan). Mbak SPG hanya tertawa saja, sedikit menghindar dan tampaknya, lebih ok atau nyaman dijemput pakai Veloz yang lebih gaul dan stylist saja.

Jadi sempat selintas berfikir, jangan-jangan Grand New Avanza memang didesign untuk acara keluarga dan Veloz untuk mengajak kencan SPG-nya. Tapi, sepertinya sih enggak, itu kan perasaan saya saja. Hehehe…

[Hazmi Srondol]

Note PENTING...!:

Oh ya, ada lomba menulis Blog Competiton untuk menyambut kelahiran Toyota Grand New Avanza & Toyota Veloz ini. Hadiahnya puluhan juta, manteb tho?  Yuk ikutan dan info selengkapnya ada di:  http://www.toyota.astra.co.id/ReviewVelozAvanza/


Jepretan Layar 2015-08-26 pada 22.24.57


 

Posting Komentar