Ketika Rupiah Kian Terpuruk ke Rp13.544 di Akhir Pekan

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   20.38
Kondisi ini memang tak bisa dihindarkan, khususnya jika kondisi neraca perdangan devisit alias lebih banyak impornya.

Ditambah Bank Indonesia seperti sudah jeri menggelontorkan cadangan devisa (uang cash negara). Apalagi bulan Mei-Juni 2015 sudah kehilangan 29 Trilyun rupiah untuk intervensi nilai tukar rupiah dipasar.

Tak ada pilihan lain kecuali menahan atau bahkan menutup impor barang-barang sekunder atau tersier (mewah), khususnya jika pemerintah gagal/tidak mampu menggenjot ekspornya untuk meraih selisih yang positif.


Dan, kalau memungkinkan--turunkan lagi para 'veteran' BI yang konon selama ini sukses menjaga/merangkul pemilik cadangan dollar dalam negeri agar tidak tergesa-gesa melepas dollarnya.

Akan gawat jika dollar terus menanjak begini. Sebisa mungkin ditahan pada nilai ini. Sudah banyak perusahaan-perusahaan lokal yang mempunyai hutang dalam bentuk dollar mulai pusing. Sedangkan pusingnya bos perusahaan, akan cepat menular ke bawah (karyawan/buruh) nya...

Belum lagi, jika cicilan hutang luar negeri adalah hutang pemerintah yang mulai jatuh tempo. Kebutuhan dollar untuk membayar juga semakin banyak. Makin jeblok dong rupiah. duuuuh.... :-(

[Hazmi Srondol]

***

Kutipan berita:

Jum’at 31 Juli 2015: Rupiah Kian Terpuruk ke Rp13.544 di Akhir Pekan

http://economy.okezone.com/…/rupiah-kian-terpuruk-ke-rp13-5…

Akhir pekan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terperosok. Rupiah kembali tembus pelemahan terendahnya di level Rp13.544 per USD.

Melansir data Bloomberg, Jumat (31/7/2015), kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah tercatat melemah 80 poin atau 0,6 persen ke Rp13.539 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.458 per USD.


Posting Komentar