Tentang Trending Topik #JokowiBohong

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   16.40


Saya agak tersenyum melihat trending topik #JokowiBohong yang diserukan oleh ketua BEM UI selama 2 jam, hari minggu malam (24/5/2015).

Bukannya saya tidak menghargai dan mengapresisai gerakan digital di twitter ini, hanya saja--saya tidak melihat esensi yang mendesak untuk ukuran sebuah gerakan mahasiswa, para "intelektual" masa depan bangsa ini.

Kalau kebohongan yang dimaksud adalah sekedar reaksi kekesalan karena membatalkan pertemuan hari senin pagi (25/5/2015) sesuai yang disampaikan oleh Watimpres-nya--ketahuilah, akan begitu mudah trending topic ini berubah.

Sebagai presiden terlantik yang sekaligus panglima tertinggi seluruh angkatan--mudah baginya meminjam holikopter untuk segera menuju ke Istana dan bertemu mahasiswa BEM UI.

Lalu, jika mendadak besok begitu, apakah Ketua BEM UI langsung menyerukan bom tweet #JokoiPenuhiJanji selama tujuh hari tujuh malam?

Adik-adikku, mahasiswa,

Cobalah iseng sedikit--luangkan waktu untuk melihat kebohongan yang lebih besar. Tidak perlu jauh-jauh timeline waktunya. Cukup semenjak kampanye Pilpres 2014. Cek janji-janji yang sudah terucap dan tersimpan baik di era digital ini. Dari berita hingga draft VISI-MISI CAPRES yang masih bisa engkau buka di:

http://kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf

Kalau masih sempat lagi, buatlah list dan check listnya dalam format MS Excel untuk memonitor, janji mana yang sudah dipenuhi dan kegiatan apa yang dilakukan secara mendadak dan tidak saling berkaitan dan kontradiksi dengan janji atau visi-misinya tersebut ketika menjabat Presiden.

Dari hasil tersebut, barulah terlihat elegan dan terbukti sebagai "parlemen jalanan" sejati saat kalian membuat trending topik #JokowiBohong.

Jangan sampai nanti masyarakat malah menilai, tanpa dasar trending topik yang tepat, hanya karena dianggap kesal karena tidak bisa makan bareng presiden--kalian sewot.

Kalau cuman sekedar ingin makan siang bareng, saya fikir banyak yang bisa dan ingin menjamu mahasiswa. Hanya saja, mungkin lawuh (lauk) nya seadanya saja. Tidak seperti didalam istana.

Mau?


***

Penulis: Hazmi Srondol

Posting Komentar