Pengalaman Membongkar Iphone Asli & Palsu

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   17.00
30 April 2015 - Pagi Hari : BONGKAR IPHONE

Memang harus diakui, bongkar pasang Iphone jauh lebih rumit daripada blackberry atau keluarga android.

Komponen iphone mirip mainan Lego yang parsial part-partnya. Bautnya kecil-kecil dan butuh segelas kopi untuk menjaga mata agar melek. Meleng sedikit, habis pas pasang pasti untung baut. Maksudnya, ada 1-2 baut yang tersisa.

Jadi saudara-saudara, kalau ada uang lebih--mending servis ke tukang henpon lah daripada pening 2 hari kayak saya.

Saya sendiri, terpaksa bongkar sendiri karena sekedar memenuhi ego sebagai veteran anak STM dan alumni kampus elektro yang dulu kemana-mana selalu bawa obeng gede dan penggaris besi.

Itu saja.

11193327_10205626602001000_327725050956776954_n

30 April 2015 - Malam Hari : BALADA IPHONE CHINA

Ceritanya, usai buat status perihal bongkar pasang Iphone anak yang retak LCD dan bengkok framenya--seorang sahabat menelepon untuk meminta tolong memperbaiki iphonenya.

Problemnya khas pengguna gajet berlogo apel keroak ini, yaitu lupa "passcode" untuk mengakses ponselnya.

Berhubung ini penyakit jamak dan sudah sering menghadapi persoalan yang sama, jadilah saya bersedia membantu memperbaikinya.

Toh modalnya hanya macbook, kabel data dan itunes. Tentu saja lebih sempurna dengan seduhan kopi dan wifi cepat di cafe.

Nah, ke-PD-an mendadak melemas setelah bertemu dan ketika disodorkan iphonenya, e, di colok ke mac tidak terbaca di itunes.

Saya fikir problem di iDevicenya, tentu mesti donlot aplikasi bantuan utk mengakses data-data yang corrupt.

Namun, sudah donlot aplikasi tersebut, tetap saja iphonenya tidak terbaca. Hingga akhirnya kami berpisah dr cafe dan pulang ke rumah.

Dengan penuh penasaran, dua baut pengikat body iphone tersebut terlepas dan terlihatlah jeroannya.

Alamak!

Ternyata casingnya saja mirip Iphone, tapi jeroannya henpon China.

Jadilah saya ngakak sendirian. Pantesan.

Hahahahah...

11165142_10205630916908870_4899134684097228420_n***

Penulis: Hazmi Srondol

Posting Komentar