Responsive Ad Slot

Latest

Sports

Gossip

Covered

Antara Jari Telunjuk Jokowi & Hazmi Srondol

Sabtu, 05 Juli 2014

Saudara-saudara,

Tolong jangan tertawa dulu melihat foto yang saya unggah ini. Ya, memang dua sosok yang muncul dilayar saudara-saudara adalah saya--sahabat kalian semua dan Jokowi--salah satu capres tahun 2014 ini.

Gambar Jokowi ini saya temukan sekitar satu jam yang lalu dari salah satu akun fesbuk rekan saya yang mendukung beliau. Kalau tidak salah, gambar tersebut sebenarnya berupa gambar sampul FB yang berisi kampanye dan reminder 4 hari menuju hari pencoblosan.

Kemudian gambar tersebut saya crop/potong untuk disesuaikan dengan gambar akun fesbuk saya yang kebetulan ada beberapa kemiripan serta perbedaannya.

Nah, untuk persamaannya tentu secara umum mudah terlihat, yaitu sama-sama memakai kemeja putih dengan lengan digulung serta sama-sama jari telunjuknya menunjuk arah tertentu.

Sedangkan perbedaannya, kurang lebih begini:

1. POSISI TANGAN

Saya menunjuk dengan telunjuk tangan kanan, sedangkan Jokowi dengan telunjuk tangan kiri.

2. PECI

Selain simbol nasionalisme, secara historis saya merasakan beberapa kemudahan saat memakai peci di Tanah Suci saat Umrah. Dengan peci plus sarung, alhamdulillah--saya dimudahkan oleh para askar arab untuk beribadah diberbagai tempat mustajab, contohnya saat sholat di raudhah Masjid Nabawi.

Ya, harapannya sih--semoga di tanah air juga diberi banyak kemudahan oleh Allah seperti halnya di Tanah Suci, amiiin.

3. CINCIN AKIK

Batu akik hitam yang tampak difoto profil saya adalah jenis batu akik Yaman Hitam atau lazim disebut batu Al-Jaza Al Yamani atau batu Habasyi.

Secara spiritual, diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata bahwa cincin Rasulullah saw terbuat dari perak dan batu (cincin) nya adalah batu Habasyi. (HR. Muslim).

Konon juga, menurut riwayat dari Sayyidina Ali ra-- Rasullulah ketika usai sholat lalu memberikan akik dengan batu jenis habasyi ini kepadanya dan disebutbahwa batu yang selalu bertasbih dan beristigfar kepada Allah dan pahalanya diberikan kepada pemakainya. Alhamdulillah kalau benar, ini jadi salah satu sunah yang mudah.

Nah, kalau dari sisi pergaulan berbeda lagi. Kebetulan saat pertama memakai cincin batu ini--saya bertemu salah satu "mandor" atau jagoan kampung Betawi Bekasi yang mengatakan jika saya sudah sah jadi manusia. Saya pun binggung dengan statement tersebut lalu bertanya, "emang gak pakai cincin akik bukan manusia gitu, bang?"

Pertanyaan yang dijawab: "Ya setahu saya, saya seumur hidup belumpernah melihat monyet pakai cincin akik, om"

Hoalah, asyeeem....

4. KACAMATA HITAM

Serius, saya bukan sedang sok jadi Bung Karno atau jendral Mc Arthur. Pemakaian kacamata ini terpaksa saya pakai saat mendadak teringat kata anak pertama saya yang dulu pernah meminta dibelikan kacamata hitam/gelap.

Permintaan yang sempat membuat saya tertawa lalu mendadak tercekat diam saat ia mengatakan alasannya, alasan yang munkin ditirunya dari dialog film kartun yang ditontonnya, yaitu:

"Aku mau pakai kaca mata hitam karena aku tahu, arah masa depanku sangat terang, cerah dan menyilaukan"...

Sekian, selamat pagi, tetap semangat menuju masa depan yang terang benderang.

MERDEKA...!
Posting Komentar
Don't Miss