Hujan Meteor dan Keris Empu Gandring

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   20.28
Hari ini, berita hujan meteor yang terjadi di kawasan Ural, Rusia menjadi berita yang paling menghebohkan. Bukan hanya di koran-koran namun hampir semua jejaring sosial media juga tak luput membicarakannya.

Menurut NASA dan LAPAN, meteor yang jatuh di Rusia tersebut adala salah satu jenis meteor (kecil) seberat 10 ton yang pecah dan hancur akibat gesekan udara saat berbenturan dengan atmosfir bumi. Pecahan yang jatuh dengan kecepatan 20 Km per detik ini, akan mengahsilkan dentuman keras yang getarannya mampu memecahkan kaca rumah dan menghidupkan alarm mobil seketika. Tak heran 900 an warga sekitar lokasi jatuhnya meteor ini terluka oleh efek tidak langsung dari hujan meteor ini.

Kejadian hujan meteor ini, disatu sisi memang mengundang kesedihan namun disatu sisi terdapat dua golongan manusia yang malah memburu kejadian tersebut. Golongan pertama adalah para astronom dan golongan kedua adalah Empu (pandai besi) pembuat keris jaman dahulu.

Ya, menurut cerita bapak saya, para Empu ini sangat terobsesi untuk mendapatkan pecahan batu meteor ini. Para empu ini sering kali berpuasa atau bersemedi terlebih dahulu untuk meningkatkan frekuensi tubuh dan jiwanya agar menjadi radar alami untuk menuntun ke lokasi tempat jatuhnya meteor-meteor ini. Bahkan mereka sering mendatangi  daerah yang konon sedang terjadi ‘pagebluk’ atau wabah dadakan yang menyebabkan suatu kampung mendadak banyak warganya meninggal dunia.

Batu yang diburu para empu ini disebut sebagai ‘watu lintang’ atau di terjemahkan menjadi batu bintang ini merupakan bahan dasar pembuatan keris  yang sakti. Tak hanya sekedar untuk membentuk pamor keris yang indah namun campuran besi dan batu bintang mampu membuat keris menjadi sangat keras.

Jika dibandingkan dengan pisau Damaskus yang legendaris, walau sama-sama menghasilkan pamor yang indah, pisau damaskus yang terbuat dari campuran besi, perunggu dan karbon—keris mempunyai kelebihan tersembunyi. Jika pisau damaskus menghasilkan pisau kuat, keras dan tajam maka kelebihan keris  itu muncul dari efek batu bintang yang ternyata sangat beracun, beracun tanpa perlu merendam keris tersebut dalam racun arsenic atau sebangsanya. Tak heran, siapapun yang tergores keris ini, korban akan langsung cepat meregang nyawa.

Dan setelah tahu efek beracun keris yang pamornya dibuat dari batu bintang, akhirnya saya mengerti mengapa setelah adanya isyu terjadinya pagebluk setelah suatu daerah terlihat benda bercahaya jatuh kebumi yang disertai suara dentuman, akhirnya racun-racun  yang tersebar di daerah tersebut bisa merengut korban warga disekitarnya.

Namun, ada satu kejadian lagi perihal hujan meteor yang menjadi pertanyaan besar buat saya. Kejadian itu adalah kisah Ponari yang juga konon mendadak menjadi sangat sakti setelah tanpa sengaja kapalanya terkena pantulan meteor yang jatuh ke bumi.

Entahlah, otak ini belum mampu membongkar lebih banyak lagi soal kejadian alam ini. Padahal, jika banyak referensi yang didapat, siapa tahu saya punya banyak materi untuk membuat kisah seru seperti komik “Pedang Bintang” yang berkisah tentang sebuah shinken (pedang Samurai) yang sangat tajam, keras dan tak terkalahkan. Shinken yang naya bisa dikalahkan oleh shinken serupa yang berbahan dasar campuran besi serta batu bintang lainnya. Sebuah komik menarik karya Takeshi Maekawa, komikus idola saya saat kecil dulu yang pernah membiusku dengan cerita legendaris Kung Fu Boy nya...

1360959946857097591



[Hazmi Srondol]

Posting Komentar