Aku Juga Mau Nissan Evalia-nya, Pak!

Oleh:   hazmi SRONDOL hazmi SRONDOL   |   13.30
Marketing In Venus—begitulah istiilah dari pak Hermawan Kertajaya yang memberikan gambaran bahwa peran perempuan begitu penting dalam mengambil keputusan dalam menentukan pilihan belanja keluarga. Betul, saya sependapat. Fakta ini pun didukung dengan bahasa komunikasi massa untuk produk-produk yang lebih ‘perempuan’ dengan pencitraan perasaan yang sangat kuat.

Namun, ada satu hal yang menurut saya ada sedikit pengecualian. Hal ini adalah pemilihan mobil keluarga. Banyak merk beredar dan meng-klaim bahwa mobil produksinya adalah mobil keluarga tetapi di mata saya masih belum tepat disebut 'mobil keluarga'.

Marketing In Moon—istilah yang saya temukan saat tidak sengaja mengikuti hiruk pikuk penentuan hari pertama puasa di negara kita, Indonesia. Hilal atau bulan yang sebagai penentu itu adalah sebuah satelit alam yang selalu mengikuti kemanapun planet Bumi itu bergerak mengikuti orbit tata suryanya.

Maksud saya, bulan itu adalah anak saya. Anak lelaki yang mirip tabiatnya dengan satelit yang selalu mengikuti, mengintili atau membuntuti kemanapun bapaknya pergi. Jadi, untuk memilih sebuah mobil keluarga, kali ini peran istri sedikit terpinggirkan dan digantikan oleh sang 'Thole’ sebagai penentu.

.............

Tepat di pagi hari, beberapa saat setelah sahur pertama di bulan Ramadhan 2012 anak kami tercinta ngamuk luar biasa. Dia ingin sekali mengikuti perhelatan Test Drive Nissan Evalia dimana saya adalah salah satu dari 6 Kompasianer yang beruntung terpilih untuk menjajal mobil van yang juga di klaim kan juga sebagai mobil keluarga masa depan.

Ok, untuk memastikan klaim tersebut maka saya membuat 3 kreteria utama sebuah kendaraan layak disebut mobil keluarga. Hal itu adalah : Daya muat, daya tahan dan keamanan. Ketiga hal ini sudah saya sampaikan saat wawancara dengan wartawan Kompas.com sebelum sesi test drive dimulai.

Sedangkan kreteria kenyamanan dan kecepatan tidak saya masukan karena kedua kriteria tersebut lebih cocok untuk kendaraan sedan para bos atau pembalap yang suka kebut-kebutan. Bagi saya yang sudah 7 tahun belakangan ini selalu menempuh perjalanan 3000-an kilometer menempuh Bekasi – Bangko Jambi –Jakarta – Semarang dan kembali ke Bekasi saat mudik lebaran dengan jalan darat menggunakan mobil, dua opsi tersebut saya tempatkan ke penilaian paling buntut alias terakhir.

Baik, berikut di bawah ini adalah penjelasan hasil test drive mobil Nissan Evalia seri XV matic yang menempuh perjalanan Jakarta Bandung PP dengan route pemberangkatan Jakarta (Kompas Office) – Sadang – Gn. Tangkuban Perahu – Lembang – Maribaya – Dago – Bandung dan jalur kembali Bandung – Tol Cipularang – Tol Cikampek Jakarta – kembali ke Kantor Kompas Palmerah Selatan.

1. Daya Muat

No doubt! Tidak diragukan lagi Nissan Evalia adalah raja-nya mobil berkapasitas ruang besar. Dengan tinggi kabil 1,36 m x lebar 1,5 m dengan volume sekitar 4,2 meter kubik, jauh meninggalkan saudara kembar Avanza Xenia atau bahkan dengan ‘saudara’ kandungnya sendiri si Grand Livina. Saingan terdekat hanya Daihatsu Grand Max/Luxio. Namun, keterbatasaan wajah Grand Max/Luxio yang kurang ganteng seperti Evalia yang berwajah sangat tampan/cantik tentu menjadi nilai pengurang Grand Max. Belum lagi mesin Evalia yang berada di bonnet alias hidung, bukan di kursi pengemudi memberikan nilai tambah yang tinggi bagi Evalia ini.

Untuk bagian belakang, kami para penguji sempat berdebat panjang soal design pantat Evalia ini. Sempat terfikir, jika di lihat dari depan dan samping—Evalia sangat sempurna dan menggoda, namun pantat kotak dirasa kurang bahenol. Perdebatan ini membuat saya menjelajah ke internet untuk mencari sejarah dan akar design pantat kotaknya ini.

Terkaget! Itu yang saya rasakan, sepertinya memang design itu sangat disengaja untuk memberikan ruang masuk dari belakang yang sangat lega dan tidak terganggu oleh lekukan lampu seperti halnya saudara Evalia – Nissan Serena yang sedikit ada tonjolan dudukan lampu rem yang menganggu akses masuk dari belakangnya. Sedangkan yang suka memancing atau kemping, pintu belakang Evalia bisa dijadikan kenopi dadakan yang sangat lebar dan nyaman.

Jadi ketidak ‘bahenol’an ini saya maafkan. Faktor belum terbiasa melihat konsep seperti itu yang memang membuat kami sedikit berkerut dahi. Namun saya akhirnya saya sependapat, memang pantas Evalia yang di luar negeri bernama NV200/Vanette ini mendapat gelar ganda ‘Universal Design Award 2011’ oleh intitusi penilai design dari Jerman.

Tepat kiranya statement mas Harris Maulana, “Jika pantanya montok dan bahenol, namanya bukan Evalia—tapi EvaLopez”

Dengan body yang sangat besar ini, kami kembali dikejutkan dengan radius putas yang sangat kecil, hanya beradius 5,2 meter. Sangat lincah untuk dikendarai di jalanan yang berkelak kelok dan sempit. Terbukti saat saya di paksa mengikuti mas Dzulfikar melalui jalur alternatif Maribaya yang suder duper sempit, berkelok-kelok, si bongsor ini enak saja melintasinya. Ckckck!

2. Daya Tahan

Jujur, untuk mesin kami baru beberpa jam saja mencobanya. Namanya juga mobil baru. Hehehe. Namun melihat mesin berkapasitas 1498 cc dengan teknologi dual injektor (HR15DE) membuat mesin ini irit, bertenaga serta EHM!... masih doyan premium.  Rasanya nggak lucu jika mobilnya bisa terbeli, beli bensinnya ngap-ngapan. Hehehe...

Mesin ini juga sama plek dengan mesin Grand Livina yang sudah terbukti tangguh dan jarang terdengar komplain dari penggunannya.

Namun, pengalaman saya yang sudah pernah memakai kendaraan untuk mudik dan mesin hidup selama 36 jam, hampir-hampir tanpa henti kecuali mengisi BBM mengingat kemacetan saat mudik lebaran namun anak-anak kami yang masih kecil membutuhkan AC yang selalu hidup, saya berfikir perlu dilakukan test drive ulang dengan perjalanan yang lebih jauh. Misalnya ke Bali – Jakarta PP yang tentu saja mesti membawa anak istri sekeluarga untuk real time test nya. Heheheh...

3. Keamanan

Nah, untuk kreteria keamanan—muncul pertanyaan besar bagi kami. Pertanyaan itu tentu saja soal pintu tengah yang ukurannya sangat mini dibanding mobil keluarga yang lainnya. Sudah begitu, kaca nya tidak bisa dibuka atau di naik turunkan. Kecuali versi tertinggi—Evalia XV yang terdapat jendela geser nya yang imut juga ukurannya.

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=4_lKC8wBEtQ[/embed]

Pada awal diskusi, kami banyak yang memandang negatif serta apriori dengan konsep design yang agak nyleneh ini. Tidak sebanding antara tampilan kaca luar dengan kondisi real di dalamnya. Tetapi setelah mengingat kasus kecelakaan yang menimpa keluarga besar artis Syaiful Jamil di Tol Cipularang saat terbentur diding pembatas jalan tol, saya berubah fikiran.

Pintu yang kecil dengan pelindung tebal di pintu samping (geser) sepertinya memang khusus di design dengan perhitungan yang matang. Kebiasaan keluarga mudik yang menempatkan anak-anak di belakang, lebih tepatnya di tidurkan di kabin tengah membuat konsep jendela kecil yang tidak terdapat fasilitas poer window membuat kemungkinan anak-anak terjepit jendela seperti halnya kejadian yang pernah menimpa anak-anak kami tidak akan terjadi lagi.

Bahkan serudukan dari samping akan teredam dengan lapisan pelindung samping yang tebal, mirip dengan design kabin pesawat terbang membuat rasa aman bagi kami—para orangtua lebih besar.

Jadi kami menyimpulkan, Nissan Evalia ini pantas mendapat gelar mobil keluarga. Belum lagi tambahan point seperti stabilitas suspensi yang di luar dugaan sangat mantab! Tidak limbung saat Evalia melaju lebih dari 120 km/jam atau goyang saat di lewati bus besar seperti mobil kembar Xenia Avanza.

Tak heran, jika anakku semakin kalap menginginkan mobil ini. Sampai menangis tersedu hanya ingin memiliki mobil Nissan Evalia ini. Padahal, jangankan anakku, akupun juga menginginkan Nissan Evalia ini. Tidak percaya? Silahkan simak video yang sudah ku-apload di Youtube ini.

.....................

“Tapi mas Ndol..” protes Arif Ndut.

“Apaan?”

“Tadi pas ada pembagian takjil gratis di jalan, aku gak kebagian. Cuman sopir yang dapet. Aku cuman bisa melongo liat sopirnya dapat bingkisannya” kata Arif Ndut dengan wajah memelas.

Wah, itu soal lain. Itu namanya rejeki sopir, segala sesuatu kan sesuai amal perbuatan kita sendiri mas. Lagian, malah enak to nggak di ketuk-ketuk pengamen pas berhenti di lampu merah. Bisa makin pules boboknya di tengah kabin Evalia yang nyaman.

1343151085819138637

yang, mau jadi pacarku gak? | mau, tapi beliin Nissan Evalia yang disebelah itu dulu yaa...


[Hazmi Srondol]

Posting Komentar