Responsive Ad Slot

Latest

Sports

Gossip

Covered

Restoran 'Fast Food' Tercepat di Dunia Ada di Indonesia

Jumat, 20 Agustus 2010

Sebelum datang era wisata kulinarnya om Bondan Winarno, sempat negeri ini dirasuki oleh budaya makan ala Amerika. Budaya makan yang di istilahkan dengan makanan cepat saji atau 'fast food’.

Seingat aku, pertama kali yang aku kenal adalah produk Kentucky Fried Chiken (KFC) yang iklannya sering muncul diawal-awal siaran TV Swasta RCTI sekitar awal tahun 90-an. Kalau tidak salah di acara film kartun Doraemon.

Lalu muncul lagi produk dari California Fried Chiken yang sekarang juga disingkat CFC. Nah, setelah itu muncul banyak merk lainnya. Beberapa yang aku ingat kurang lebih Texas Chiken, Wendys, Popeyesdan yang sangat fenomenal menurutku ya Mc Donald yang sering di sebut McD.

Kesemua produk yang aku sebut diatas sebenarnya produk sederhana yaitu ayam yang di beri tepung lalu digoreng. Entah apa istimewanya, sampai iklannya begitu gencar sehingga sempat menjadi standar gaul anak muda waktu itu.

Padahal, model makanan seperti itu sudah sejak lama aku memakannya. Bahkan jauh lebih enak dari pada fried chiken-fried chiken tersebut yaitu tempe mendoan, pisang goreng dan tahu susur goreng yang sangat enak rasanya. Penjualnya pun tidak jauh dari rumahku di Semarang sana.

Bahkan kadang aku sempat berfikir untuk menanyakan kembali serifikat paten dari fried chiken tersebut karena bisa jadi mereka mencuri ide dari tempe mendoan dan pisang goreng yang sering aku makan, cuman mereka ubah tempenya menjadi ayam saja.

Sudah begitu, pengaruh iklan dan pembentukan budaya ala fast food ini sempat membuatku makin kesal. Bagaimana tidak. Sudah modelnya meniru tempe mendoan, mereka sepertinya menghina bangsaku ini. Seakan akan hanya konsep makan merekalah sajalah yang punya standar produksi yang sama di setiap cabangnya. Dan paling menjengkelkan, mereka menganggap makanan cara merekalah yang paling cepat pelayanannya.

“Mana ada makanan lokal yang pelayanannya secepat fast food ini, Ndol?” .

“Ada!” jawabku mantab.

“Ayo tunjukan”, katanya lagi.

“Boleh, taruhan juga boleh”, kataku mulai gerah, maklum jiwa nasionalismeku sedang diusik.

“Ok…!”

***
“Ayam paha 2, nasi 2, minum 2, mbak”, katanya ke mbak kasir.

“Baik pak, semuanya 60 ribu rupiah. Mohon ditunggu!”, kata mbak nya sambil menerima uang pembayaran.

“Hitung Ndol!”, perintahnya.

Akupun mengitung waktu dari stopwatch di henpon untuk mencatat waktu pelayanan sejak pemesanan. Tak beberapa lama pesananpun selesai disajikan dan diletakkan di nampan.

“Gimana Ndol? Cepat kan?”, tanyanya dengan senyum puas mengembang.

“Lumayan, 3 menit 12 detik”, jawabku.

“Kok kamu dingin begitu Ndol? Emang ada makanan lokal yang lebih cepat?".

“ADA!” kataku makin mantab.

***

“Ayo itung waktunya”, kataku sengit.

“E…. “, katanya sambil menunduk kalah sambil melirik tumpukan menu hidangan yang tergelar di meja.

Ya, inilah masakan fast food tercepat didunia. Dimana yang lain baru meng-klaim mampu melayani kurang dari 60 detik.

Tapi di restoran ini, belum sempat pesan makanan sudah terhidang. Restoran inilah yang di Nusantara ini dikenal dengan nama:

RUMAH MAKAN PADANG”

[Hazmi Srondol]
Posting Komentar
Don't Miss